Dedi Mulyadi kemudian menyarankan agar Suderajat melaporkan penganiayaan tersebut kepada kepolisian.
Pemeriksaan di Polsek Kemayoran dan Uji Laboratorium
Berdasarkan kronologi, insiden berawal saat Suderajat berjualan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026). Bhabinkamtibmas Polsek Kemayoran menyatakan, peneguran awal dilakukan sebagai respons cepat atas laporan warga yang khawatir adanya makanan berbahaya.
Namun, hasil uji laboratorium kemudian membuktikan bahwa produk es tersebut aman dikonsumsi, sehingga tuduhan terhadap Suderajat terbukti keliru.
Dua oknum aparat, yaitu Aiptu Ikhwan Mulyadi (Bhabinkamtibmas) dan Heri (Babinsa), telah meminta maaf kepada Suderajat. Setelah diperiksa hingga dini hari, Suderajat diberi uang Rp 300 ribu sebagai pengganti dagangan yang rusak dan dipulangkan.
Kondisi Suderajat Pasca Kejadian
Setelah kejadian, Suderajat mengalami luka-luka. Ia mengaku tidak ada pertanggungjawaban lebih lanjut dari oknum aparat terkait lukanya. Ia pulang seorang diri tanpa diobati dan merasa belum ada permintaan maaf yang tulus.
"Boro-boro dibawa ke rumah sakit, enggak. Pas bongkar dagangan baru dikasih duit, pulang aja. Enggak ada yang minta maaf," katanya. Saat ini, ia hanya bisa pasrah. "Biar Allah Maha Kuasa yang balas," ujarnya.
Dampak Viral dan Bantuan yang Diterima
Setelah kasusnya viral, Suderajat mendapat simpati dan bantuan dari publik. Bahkan, Kapolsek Depok Kombes Pol Abdul Waras memberinya bantuan berupa uang tunai dan sepeda motor sebagai bentuk perhatian.
Artikel Terkait
Penjual Es Gabus Viral Diganjar Umroh Gratis, Reaksi Harunya Bikin Terenyuh!
Papua Makmur & Energi Mandiri: 5 Manfaat Perluasan Sawit yang Bikin Ekonomi Melejit
Hotman Paris Buka Suara Soal Kasus Es Gabus: Pelukan Usai Digebukin, Itu Keadilan?
Es Gabus Dituduh Pakai Spons, Hasil Lab Bongkar Fakta Mengejutkan! Kapolri & Panglima TNI Didesak Bertindak