Fakta Mengejutkan! Penjual Es Viral Suderajat Ternyata Dikeroyok Preman Sebelum Ditangkap Oknum Aparat

- Kamis, 29 Januari 2026 | 16:50 WIB
Fakta Mengejutkan! Penjual Es Viral Suderajat Ternyata Dikeroyok Preman Sebelum Ditangkap Oknum Aparat

Fakta Baru Kasus Penjual Es Viral: Suderajat Ungkap Penganiayaan oleh Preman Sebelum Tuduhan Oknum Aparat

POLHUKAM.ID - Suderajat, penjual es keliling yang viral karena dagangannya dituduh mengandung spons, mengungkap fakta baru yang mengejutkan. Ia mengaku mengalami kekerasan fisik atau penganiayaan dari segerombolan preman sebelum insiden penangkapan oleh oknum aparat.

Pengakuan ini disampaikan Suderajat saat bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam tayangan YouTube pribadi Dedi, Suderajat menceritakan kronologi awal mula dirinya menjadi korban di wilayah Kemayoran, Jakarta.

Kronologi Penganiayaan oleh Preman

Suderajat mengungkapkan, awalnya ia dihina dan dituduh menjual es palsu oleh sekelompok preman. Saat dituduh, pria yang akrab disapa Ajat itu mengaku dipukul dan wajahnya dilempari es yang sudah dihancurkan.

"Es saya disebut es palsu, terus dibejek-bejek dihancurin esnya, nah terus itu dibuang ke muka saya. Terus saya ditonjok di muka saya," ujar Suderajat, dikutip pada Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, preman tersebut marah karena Suderajat menagih pembayaran yang tertunggak. Akibatnya, dagangannya dihancurkan dan dibuang ke arah mukanya. Sekitar 5 orang preman diduga terlibat dalam penganiayaan itu.

Yang membuatnya pilu, saat dikeroyok tidak ada warga maupun oknum aparat yang menolongnya. Bahkan, ia merasa oknum aparat justru lebih mendukung para preman tersebut.

Klaim Oknum Aparat Sudah Minta Maaf, Tapi Preman Belum

Mendengar pengakuan itu, Dedi Mulyadi memastikan kembali apakah oknum TNI dan polisi dalam video viral ikut terlibat penganiayaan. Suderajat enggan mengaku, namun menegaskan bahwa pelaku penganiayaan adalah preman.

Meski Dedi tampak ragu dan memintanya untuk jujur, Suderajat menjelaskan bahwa oknum TNI dan polisi tersebut telah meminta maaf kepadanya. Namun, ia masih merasa gusar karena preman yang menganiayanya belum meminta maaf dan belum ditangkap.

Halaman:

Komentar