Kisah Sudrajat viral setelah sebuah video menunjukkan dirinya diintimidasi oleh oknum TNI dan Polri pada Sabtu, 24 Januari 2026. Dagangan es kuenya yang berjumlah sekitar 150 buah dituduh terbuat dari spons, lalu dibakar dan diinjak-injak. Kejadian ini membuat Sudrajat trauma dan tidak berjualan selama tiga hari.
Sudrajat membantah tuduhan tersebut dan menegaskan es yang dijualnya asli dari pabrik di Depok. Klaimnya terbukti setelah Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memastikan seluruh sampel es yang dijual Sudrajat aman dan layak konsumsi.
Penyelesaian Secara Kekeluargaan dan Permintaan Maaf Aparat
Pasca penyelidikan, insiden ini diselesaikan secara kekeluargaan. Anggota Bhabinkamtibmas, Aiptu Ikhwan Mulyadi, dan Babinsa, Serda Heri Purnomo, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada Sudrajat.
"Peristiwa yang berawal dari kesalahpahaman di lapangan antara aparat kewilayahan TNI-Polri dengan seorang pedagang es telah diselesaikan secara baik melalui pendekatan kekeluargaan," jelas Dandim 0501/Jakarta Pusat, Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman, Rabu, 28 Januari 2025. Serda Heri bahkan mendatangi rumah Sudrajat untuk berpelukan dan meminta maaf secara langsung.
Kini, dengan hadiah umroh dari Aishar Khaled, kisah pilu Sudrajat berubah menjadi cerita penuh haru dan kebahagiaan, menginspirasi banyak netizen di media sosial.
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!