Ijazah Jokowi Akhirnya Dibuka KPU, Bonatua Silalahi Masih Belum Puas
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akhirnya membuka salinan ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) tanpa sensor kepada publik. Keputusan ini memicu beragam reaksi, mulai dari rencana penelitian mendalam hingga pernyataan bahwa hal ini tidak memiliki pengaruh signifikan.
Bonatua Silalahi Terima Dokumen dan Akan Lanjutkan Penelitian
Bonatua Silalahi, sebagai penerima langsung salinan ijazah Jokowi dari KPU, menyatakan akan meneliti dokumen tersebut. Ia berencana membandingkannya dengan salinan ijazah yang akan diminta ke KPU DKI Jakarta dan KPU Kota Surakarta.
Namun, Bonatua mengaku belum puas. Ia menegaskan bahwa salinan dari KPU tersebut masih tergolong data sekunder yang belum terverifikasi. Untuk penelitian akademis yang valid, ia membutuhkan data primer yang telah diklarifikasi keabsahannya.
"Karena penelitian saya itu jika ingin lolos jurnal yang bagus itu harus teruji. Ini data sekunder tapi belum bisa diuji," ujar Bonatua.
Ia juga mengungkapkan telah meminta autentikasi dokumen ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebelumnya, karena lembaga itulah yang memiliki wewenang untuk memverifikasi keaslian suatu dokumen negara.
Artikel Terkait
Turis Australia Diperkosa Satpam di Bali: Kronologi Mengerikan di Balik Kamar Mandi Klub Malam
Presiden Prabowo Beri Perintah Rahasia ke Bahlil: Ini Strategi Darurat Minyak Imbas Perang Timur Tengah
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!