Bahkan proses hukum yang dijalankan tim hukum Jokowi mengalami kendala. Berkas perkara yang diajukan ke Kejaksaan dikembalikan untuk pendalaman lebih lanjut, meski mengklaim telah memiliki ratusan bukti dan saksi. Hal ini semakin mengikis kepercayaan publik terhadap narasi yang dibangun.
Dukungan dari sejumlah tokoh nasional seperti Din Syamsuddin, Oegroseno, dan Mohamad Sobary kepada pihak yang meragukan ijazah, menyiratkan bahwa isu ini telah melampaui sekadar bingkai politik praktis. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai maraknya kasus ijazah palsu di Indonesia, yang disinggung dalam pertemuannya dengan sejumlah tokoh, juga ditafsirkan sebagai bentuk kesadaran akan kompleksitas masalah ini.
Analisis ini menyimpulkan bahwa dukungan politik yang selama ini kokoh dapat bersifat dinamis. Keyakinan publik, termasuk dari kalangan yang sebelumnya mendukung, dapat bergeser seiring dengan transparansi dan kejelasan penyelesaian kasus ijazah Jokowi. Ketidakpastian yang berlarut-larut berpotensi menjadi faktor signifikan dalam peta politik Indonesia ke depan.
Direktur ABC Riset & Consulting
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Ungkap Isi Dialog Rahasia dengan Jokowi: Kita Sama-Sama Sakit
Innalillahi! Eka Gumilar, Tokoh Kunci Rekat Indonesia dan GRIB Jaya, Meninggal Dunia: Apa Dampaknya?
Jokowi Bantah Keras Jadi Wantimpres Prabowo, Ini Alasan Nyata Pilih Tetap di Solo
Gus Ipul Bantah Keras Wali Kota Denpasar: Penonaktifan BPJS Bukan Perintah Presiden!