Respons Tegas: "Semakin Ditekan, Semakin Melawan"
Menghadapi teror ini, Tiyo mengaku tidak gentar. Ia menyatakan prinsipnya: “something doesn’t kill you will make you stronger”. Semboyan BEM UGM, “semakin ditekan, semakin melawan”, juga ia pegang teguh.
“Saya yakin negara, pemerintah nggak akan bunuh saya. Karena kalau bunuh saya, bahayanya akan lebih besar ketimbang keuntungannya,” tegas mahasiswa Fakultas Filsafat UGM itu. Ia berharap insiden ini menjadi yang terakhir dan menjadi alarm bahwa demokrasi Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
UGM Berikan Perlindungan kepada Ketua BEM
Pihak Universitas Gadjah Mada telah merespons cepat ancaman ini. Juru Bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, menyatakan bahwa pimpinan universitas telah berkomunikasi dengan Tiyo dan berkomitmen memberikan perlindungan.
“Pada prinsipnya, atas nama institusi dan berdasarkan konstitusi, UGM berkewajiban melindungi seluruh civitas akademika UGM dari ancaman atau teror yang berasal dari mana pun,” jelas Made Andi dalam keterangan resmi, Minggu (15/2/2026).
Kampus telah menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan dan langkah-langkah perlindungan yang diperlukan. Tiyo membenarkan bahwa koordinasi intensif dengan pihak kampus telah dilakukan.
Kasus teror terhadap Ketua BEM UGM ini menyoroti pentingnya keamanan dan kebebasan berekspresi di lingkungan kampus, serta tanggung jawab institusi pendidikan dalam melindungi sivitas akademikanya.
Artikel Terkait
Tragedi Nurul Amin: Ditinggal di Tengah Salju Buffalo, Bagaimana Pengungsi Rohingya Ini Tewas Ditetapkan sebagai Pembunuhan?
Viral Perawat Joget di Ruang Operasi, Ini Sanksi Mengejutkan yang Diterima!
Viral! Remaja Diledek Kampungan, Pakaiannya Ternyata Hadiah Terakhir dari Almarhumah Ibu
Waspada! Covid Cicada BA.3.2 Sudah di 23 Negara: Ini Gejala & Potensi Masuk Indonesia