- Oman: Negara Teluk pertama yang mengonfirmasi melalui Komite Pengamatan Bulan Hijriah. Bulan Sya'ban disempurnakan menjadi 30 hari.
- Uni Emirat Arab (UEA): Departemen Urusan Agama Islam dan Amal Dubai (IACAD) menyatakan perkiraan ini, menunggu pengumuman resmi setelah rukyat.
- Turki: Menetapkan tanggal berdasarkan perhitungan astronomi yang menyimpulkan hilal tidak akan terlihat.
2. Kawasan Asia Tenggara dan Australia
- Singapura: Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) mengonfirmasi setelah penilaian astronomis menyatakan bulan terbenam sebelum matahari pada 17 Februari.
- Australia: Dewan Fatwa Australia mengumumkan berdasarkan perhitungan yang sama. Mufti Agung menyebut hilal baru muncul setelah matahari terbenam di Sydney dan Perth.
3. Kawasan Eropa
- Prancis: Dewan Agama Islam Prancis (CFCM) mengumumkan puasa dimulai 19 Februari, merujuk pada waktu konjungsi bulan baru.
Pengecualian: Pakistan Mulai 18 Februari
Berbeda dengan mayoritas negara, Pakistan berpotensi memulai Ramadan lebih awal, yaitu pada Rabu, 18 Februari 2026. Departemen Meteorologi Pakistan (PMD) mengindikasikan kemungkinan besar hilal dapat terlihat pada 17 Februari waktu setempat. Namun, keputusan akhir tetap menunggu pengumuman resmi otoritas berwenang.
Dengan perbedaan metode penentuan ini, umat Islam di berbagai belahan dunia pun akan memulai ibadah puasa pada hari yang sedikit berbeda, namun tetap dengan semangat Ramadan yang sama.
Artikel Terkait
Boyamin Saiman Bongkar Fakta Mengejutkan: Jokowi Dituding Cari Muka Soal Dukungan Kembalikan UU KPK
Sidang Isbat 17 Februari 2026: Kapan Ramadan Dimulai? Ini Hasil Rukyat di 96 Titik!
Polri Raup Rp2,21 Triliun/Tahun dari Program Makan Gratis, Begini Rincian Hitungannya
UGM Bergerak Cepat Lindungi Tiyo Ardianto: Apa Motif Teror Usai Kritik ke Prabowo?