- Revolusi Pencahayaan: Penemuan lampu minyak, gas, dan listrik mengubah malam menjadi waktu beraktivitas. Cahaya buatan menekan produksi melatonin (hormon tidur) dan menggeser ritme sirkadian tubuh.
- Revolusi Industri: Jadwal kerja pabrik yang ketat menuntut efisiensi. Tidur dalam satu blok panjang 8 jam menjadi standar baru untuk menyesuaikan dengan jam kerja, menggantikan ritme tidur dua sesi.
Fakta Sains: Tubuh Kita Masih Mengingat Pola Lama
Menariknya, penelitian modern membuktikan tubuh manusia secara alami cenderung pada pola ini. Dalam studi yang mensimulasikan lingkungan tanpa cahaya buatan dan jam, partisipan sering kembali ke pola tidur dua sesi. Studi tahun 2017 di komunitas pedesaan Madagaskar tanpa listrik juga menemukan kebiasaan tidur terbagi ini masih bertahan.
Cahaya, Suasana Hati, dan Persepsi Waktu yang Menipu
Penelitian dari Environmental Temporal Cognition Lab menunjukkan hubungan kuat antara cahaya dan persepsi waktu. Dalam cahaya redup atau suasana malam, waktu terasa lebih lama, terutama bagi orang dengan suasana hati rendah. Inilah mengapa terbangun di kamar gelap pukul 3 pagi bisa terasa sangat lama dan membuat cemas.
Tips Mengatasi Terbangun di Tengah Malam
Klinisi tidur menegaskan bahwa terbangun singkat di malam hari adalah normal. Kuncinya adalah respons kita. Berikut saran dari Terapi Perilaku Kognitif untuk Insomnia (CBT-I):
- Jika terjaga lebih dari 20 menit, bangun dari tempat tidur.
- Lakukan aktivitas tenang di cahaya redup (seperti membaca buku membosankan).
- Hindari melihat jam atau layar ponsel.
- Kembali ke tempat tidur hanya ketika rasa kantuk datang.
- Terapkan sikap penerimaan. Pahami bahwa terbangun sebentar mungkin adalah sisa pola alami tubuh, bukan gangguan tidur.
Kesimpulan: Terbangun pukul 3 pagi bukan selalu tanda insomnia. Itu bisa jadi adalah gema dari pola tidur nenek moyang kita yang tersembunyi dalam ritme biologis modern. Dengan memahami akar sejarah dan sainsnya, kita dapat menghadapi malam yang terjaga dengan lebih tenang.
Artikel Terkait
Siswa MAN Tual Tewas Didianiaya Oknum Brimob? Ini Kronologi dan Videonya yang Bikin Geram!
Kapolri Gempur Narkoba dari Dalam: Tes Urine Serentak untuk Seluruh Anggota Polri, Apa Dampaknya?
Bendera Asing di Pantai Legian Bali Diturunkan Paksa, Ini Alasan Pihak Berwajib dan Ancaman untuk Pedagang
Aturan Baru Produk Nonhalal: Tak Perlu Lagi Sertifikasi Halal, Apa Dampaknya?