LPDP Dievaluasi! Benarkah Hanya Orang Kaya yang Bisa Dapat Beasiswa Ini?

- Senin, 23 Februari 2026 | 23:00 WIB
LPDP Dievaluasi! Benarkah Hanya Orang Kaya yang Bisa Dapat Beasiswa Ini?

Ia menambahkan, bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, beasiswa LPDP bisa menjadi satu-satunya tangga untuk mengubah nasib.

Pentingnya Afirmasi Negara

Sarmuji menegaskan bahwa pemerintah harus mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat dalam menetapkan syarat beasiswa. Banyak kelompok yang kesulitan memenuhi kriteria LPDP karena keterbatasan struktural.

"Ini bukan soal menurunkan standar. Standar akademik harus tetap tinggi. Tapi negara harus memperhatikan kelompok-kelompok yang tidak beruntung, yang tidak bisa mencapai kriteria karena keterbatasan struktural," tegasnya.

Ia berharap kontroversi ini menjadi momentum evaluasi LPDP secara menyeluruh. "Dana abadi pendidikan itu berasal dari pajak rakyat. Maka semangatnya harus keadilan sosial," tutup Sarmuji.

Latar Belakang Polemik: "Cukup Saya WNI, Anak Saya Jangan"

Polemik ini bermula ketika akun Instagram @sasetyaningtyas (DS) mengunggah momen 'unboxing' surat pernyataan dari Home Office Inggris dan paspor untuk anaknya.

Dalam video tersebut, DS berucap, "I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu."

Unggahan itu memicu gelombang kecaman publik. DS akhirnya mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf pada Jumat (20/2/2026). Ia mengakui bahwa pilihan katanya keliru dan dapat diartikan merendahkan paspor Indonesia.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Saya mengakui kesalahan saya," tulisnya dalam klarifikasi.

Halaman:

Komentar