Nasib Valerian setelah ditangkap melahirkan banyak legenda. Penulis Kristen seperti Lactantius, yang membenci kebijakan penganiayaan Valerian, menggambarkan akhir yang mengerikan: Valerian dijadikan pijakan kaki (human footstool) Shapur, lalu dikuliti dan diawetkan sebagai piala. Namun, sejarawan modern meragukan narasi ini karena bias agama.
Bukti arkeologi di Persia menunjukkan sisi lain. Relief di Naqsh-e Rostam menggambarkan Shapur berkuda dengan Valerian berlutut, tetapi masih berpakaian kebesaran. Pragmatisme Shapur terlihat dari "Bendungan Kaisar" (Band-e Kaisar) di Shushtar, Iran, struktur teknik sipil Romawi yang dibangun oleh tawanan perang Romawi pimpinan Valerian. Ini menunjukkan keahlian tawanan dimanfaatkan untuk pembangunan.
Dampak bagi Romawi dan Kebangkitan Simbol di Era Modern
Di Roma, berita penangkapan ini adalah pukulan dahsyat. Gallienus tidak bisa meluncurkan misi penyelamatan karena kekaisaran kacau, memicu munculnya negara pecahan seperti Kekaisaran Gallia dan Palmyrene.
Yang menarik, kisah kuno ini dihidupkan kembali dalam geopolitik modern. Awal tahun ini, pemerintah Iran meresmikan patung "Kneel Before Iran" di Teheran, menggambarkan Shapur I di atas kuda dengan Valerian berlutut. Patung ini menjadi simbol ketangguhan nasional Iran menghadapi tekanan Barat, khususnya AS dan Israel.
Para analis melihat ini sebagai alat untuk membangkitkan persatuan internal dan peringatan bahwa lawan Iran akan "berlutut". Dengan demikian, sosok Valerian telah bertransformasi dari catatan sejarah kelam Romawi menjadi simbol politik yang kuat di panggung dunia kontemporer.
Artikel Terkait
Vidi Aldiano Meninggal Dunia: Fakta Kanker Ginjal Stadium 3 yang Merenggut Nyawa Penyanyi Berbakat
Luhut Peringatkan: Harga BBM Bisa Melonjak Jika Indonesia Ikut Musuhi Iran, Ini Dampaknya!
Donny Fattah Meninggal: Rahasia 3 Penyakit Mematikan yang Dihadapi Bassist God Bless
Dokter Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya: Ini Alasan dan Kronologi Lengkapnya!