Uji coba berlanjut ke Gurun Atacama, Chile, yang dikenal sebagai salah satu tempat terkering di Bumi. Dengan kelembapan hanya 5%, debu garam korosif, dan fluktuasi suhu harian ekstrem, gurun ini menjadi ujian sesungguhnya untuk durabilitas mobil.
Jetour T1 membuktikan ketangguhannya dengan berhasil keluar dari jebakan pasir sedalam 30 cm berkat torsi maksimal 390 Nm. Mobil ini juga mampu menanjak dengan kemiringan hingga 30 derajat dengan tenaga yang tetap stabil. Filter udara CN95 pada kabin berhasil menjaga kualitas udara tetap bersih meski di tengah badai pasir.
Spesifikasi dan Potensi di Pasar Indonesia
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menyatakan pengujian ini bagian dari strategi global Jetour Travel untuk memastikan keandalan produk di kondisi nyata. "Kami ingin berikan rasa percaya diri bagi konsumen Indonesia dalam setiap perjalanan," ujarnya.
Jika resmi masuk Indonesia, Jetour T1 berpotensi menjadi pesaing serius di segmen SUV petualang. Spesifikasinya meliputi dua pilihan mesin turbo: 1.5L Turbo (168-181 HP) untuk efisiensi dan 2.0L Turbo (hingga 250 HP, 390 Nm) untuk performa tinggi. Keduanya dipadukan dengan transmisi DCT 7-percepatan dan sistem penggerak AWD.
Artikel Terkait
War Tiket Haji Ala Konser: Akhir Antrean 30 Tahun atau Masalah Baru?
Trump vs. MAGA: Perang Iran yang Mengubah Pemimpin Jadi Pengkhianat di Mata Pendukung Setia
Viral! Momen Menpar Widiyanti Gagal Jawab Pertanyaan Anggaran DPR, Netizen: Ini Menteri?
Kasus Pemerkosaan Calon Polwan di Jambi: 3 Polisi Disanksi, 2 Dipecat, Ini Kronologi Lengkapnya