Bagaimana dengan Negara Tetangga?
S&P menilai ketahanan negara-negara Asia Tenggara lainnya bervariasi:
- Malaysia: Posisi paling stabil. Meski defisit dan subsidi membengkak, pasar modal yang dalam dan pertumbuhan ekonomi solid menjadi pelindung. Penurunan fiskal sementara dinilai tidak akan langsung memicu perubahan peringkat.
- Thailand: Dinilai memiliki kebijakan moneter dan posisi eksternal yang cukup kuat untuk menahan guncangan.
- Vietnam: Memiliki bantalan yang memadai, namun perlu mewaspadai risiko likuiditas eksternal jika impor energi menggerus cadangan devisa.
Proyeksi Harga Minyak dan Dampak Ke Depan
S&P membuat asumsi dasar bahwa puncak ketegangan di Selat Hormuz akan mereda. Namun, kerusakan infrastruktur energi diperkirakan masih menyisakan dampak berbulan-bulan. Dalam skenario ini, harga minyak mentah Brent diproyeksikan bertahan di level rata-rata 85 Dolar AS per barel hingga akhir 2026.
Peringatan ini menyoroti pentingnya ketahanan fiskal dan energi Indonesia dalam menghadapi gejolak geopolitik global yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi dan peringkat kredit negara.
Artikel Terkait
Fakta Mengejutkan! Benarkah Diplomasi Prabowo Selamatkan Kapal BBM RI di Selat Hormuz? Ini Kata DJ Donny
Napi Korupsi Rp233 Miliar Kedapatan Nongkrong di Coffee Shop, Ini Sanksi Mengejutkan yang Diterimanya
Skandal MBG: Hanya 6,5% untuk Anak, 44% Dikorup Elit & Pengelola?
STNK 2026 Bisa Diperpanjang Tanpa KTP Pemilik Lama, Tapi Ada Bom Waktu di 2027!