Meski demikian, Aisha mengingatkan bahwa mubahalah adalah jalan terakhir yang sangat berisiko.
"Tetapi ini jalan yang sangat-sangat darurat atau akhir karena sangat menyeramkan. Ini terkait dengan laknat Allah," tegasnya.
Pernyataan ini langsung memicu perdebatan di kalangan netizen. Sebagian menilai mubahalah bisa menjadi jalan pembuktian moral, sementara lainnya menganggap langkah ini tidak relevan untuk penyelesaian kasus hukum modern.
Menanggapi perdebatan, Aisha kembali menegaskan sikapnya dan meminta Syekh Ahmad Al Misry untuk bersikap terbuka.
"Kalau SAM merasa benar: ke Indonesia, jalani proses, siap Mubahalah seperti dia sudah bersumpah nama Allah menyangkal tuduhan atas dirinya," tulis Aisha di kolom komentar.
Fenomena tantangan mubahalah bukan hal baru di Indonesia. Sebelumnya, Nursyah, ibu dari Indah Permatasari, juga melontarkan ajakan serupa kepada Arie Kriting dalam konflik keluarga mereka.
"Sampai si laki-laki ini, mau tidak, masuk ke dalam masjid untuk mubahalah sama saya," ujar Nursyah saat ditanya soal keinginan bertemu cucu dari Indah Permatasari dan Arie Kriting.
Namun hingga kini, tantangan tersebut tidak pernah ditanggapi oleh Arie Kriting.
Artikel Terkait
Selat Malaka Vs Selat Hormuz: Gila! RI Mau Tarik Pajak Kapal Asing, Singapura Langsung Murka
Golkar Setuju! Pembatasan Jabatan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode, Ini Alasannya
Politik Dinasti Keluarga Masud di Kaltim: Bara Kemarahan Rakyat yang Siap Meledak
Viral! JK Buka Suara soal Ijazah Jokowi hingga Laporan Hukum: Tanpa Saya, Dia Tak Jadi Presiden