Gus Ipul menegaskan bahwa kedua jenis sepatu tersebut memiliki spesifikasi dan kualitas yang berbeda. Sepatu dari Kemensos dirancang untuk kebutuhan yang lebih lengkap dan jangka penggunaan yang lebih panjang. "Tidak bisa disamakan. Dari sisi kualitas, bahan, dan fungsi tentu berbeda," ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa anggaran tersebut tidak hanya mencakup satu jenis sepatu. Setiap siswa menerima beberapa kebutuhan, mulai dari sepatu dinas harian (PDH), sepatu lapangan (PDL), hingga sepatu olahraga. Selain itu, paket bantuan juga mencakup kebutuhan untuk guru, termasuk sepatu kerja dan perlengkapan lain seperti kaus kaki.
Sementara itu, sepatu yang dibagikan Pemprov Jawa Timur disebut sebagai bantuan terbatas untuk 10 siswa dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Gus Ipul pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.
Ia menekankan pentingnya memahami konteks dan rincian program sebelum menarik kesimpulan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga transparansi dalam setiap penggunaan anggaran publik. "Kami harap masyarakat tidak mudah beropini tanpa data yang jelas dan tidak termakan isu hoaks," tegasnya.
Artikel Terkait
Oknum TNI Cabuli Siswi SD Berulang Kali, Sertu MB Kabur saat Diperiksa dan Resmi Jadi Buronan
Skandal Kiai Cabul Pati: Ngaku Keturunan Nabi, Santri & Istri Orang Jadi Korban Pelecehan
Kabur dari Hukum! Kyai Pencabul Puluhan Santriwati di Pati Hilang Kontak, Polisi Siap Buru dan Tangkap
Dudung Bantah Keras Tuduhan Habib Rizieq Soal Jenderal Baliho & Isu Kabur ke Yaman