Refly mengatakan, orang terkadang tak sadar jika aktivitas dan momen tertentu seharusnya tidak boleh direkam.
"Karena semua orang memegang kamera yang ada di handphone, akhirnya tiap orang bisa mengabadikan kegiatan-kegiatan, walaupun itu sifatnya tertutup," ujarnya dilansir dari kanal YouTube Refly Harun, Rabu (22/6).
Menurut Refly, kegiatan yang melibatkan kepala negara sifatnya tertutup. Advokat itu pun menilai bahwa video tersebut juga menimbulkan interpretasi yang macam-macam.
"Orang yang suka akan menyebutkan sisi positif dari keadaban Presiden Jokowi. Namun, dalam peran simbol, terlihat betul bahwa Jokowi kalah dengan Megawati," ungkapnya.
Artikel Terkait
Defisit APBN Bisa Naik di Atas 3%? Ini Syarat Keras Menkeu Purbaya!
Prabowo Pertimbangkan WFH Lagi, Benarkah BBM Kita Terancam Krisis Global?
Biaya Tersembunyi Trading: Inilah yang Diam-diam Menggerogoti Profit Anda
Cara Download Video TikTok Tanpa Aplikasi: 100% Berhasil & Cuma 3 Langkah!