“Para peserta mempromosikan specialty food Indonesia melalui kegiatan mencicipi makanan (food testing) maupun penjajakan kesepakatan bisnis dengan para calon pembeli,” ujar Kepala ITPC Chicago Iska Huberta Sinurat.
Sebagai informasi, pasca-Covid-19, terdapat perubahan tren konsumsi masyarakat di AS yang lebih fokus pada aspek kesehatan dan keberlanjutan. Masyarakat AS saat ini lebih memilih gaya hidup sehat dengan mengonsumsi mamin yang bernutrisi. Banyak pula yang telah beralih mengkonsumsi produk-produk berbahan dasar nabati (plant-based) maupun bebas gluten. Masyarakat AS juga saat ini sangat memperhatikan aspek kemasan produk, mengingat ambisi Pemerintah AS yang besar dalam program keberlanjutan.
AS merupakan negara importir mamin terbesar dunia. AS mengimpor produk mamin senilai US$ 20,05 miliar pada 2021 dari seluruh dunia. Pada periode Januari–April 2022, ekspor produk mamin Indonesia ke AS mencapai USD 884,85 juta, meningkat 33,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Sepanjang 2021, ekspor produk mamin Indonesia ke AS mencapai USD 2,23 miliar. Terdapat potensi peningkatan ekspor dari pameran SFF tersebut, khususnya untuk produk berbahan dasar nabati bebas gluten.
“Meningkatnya nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke AS membuktikan bahwa AS merupakan pasar strategis untuk produk mamin Indonesia. Hal ini juga menunjukkan bahwa produk Indonesia mampu bersaing di pasar AS dan sangat digemari konsumen Negeri Paman Sam. Keikutsertaan Indonesia dalam SFF 2022 ini diharapkan dapat semakin menggenjot ekspor produk mamin Indonesia ke AS,” kata Kepala ITPC Los Angeles Bayu Nugroho.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran
Target Gila Hyundai di IIMS 2026: Serbu 2000+ Unit dengan Strategi Ramadan & Mobil Mudik Terlengkap!