Achmad menyinggung soal peluang lain yakni konversi minyak nabati menjadi bahan bakar.
“Akan lebih baik lagi jika negara bisa memproduksi dan mengkonversi minyak nabati menjadi BBM yang dipergunakan oleh mayoritas kendaraan yang ada di Indonesia sehingga tidak perlu import lagi,” lanjut Achmad.
Langkah koversi ini menurut Achmad harus mulai dipandang serius mengingat selama ini ketergantungan terhadap BBM tak jarang menimbulkan polemik untuk Indonesia.
Baca Juga: Jusuf Kalla (JK) Lakukan Pertemuan dengan Tokoh Parpol, Refly Harun Singgung Nama Anies Baswedan: Siapa pun Tahu Itu dalam Rangka…
Menurutnya jika tidak memulai menaruh perhatian atau mengambil langkah ini, Indonesia akan terus terombang-ambing.
“Jika ini tidak ditempuh maka Indonesia selamanya akan terus diombang-ambing oleh fluktuasi harga BBM. Dan terus menerus harus mensubsidi BBM yang menyerap anggaran besar yang semestinya dapat dialokasikan untuk program yang lain yang lebih produktif,” ujarnya.
Sumber: sumut.suara.com
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!