Alasan pemerintah Singapura mengungkap bahwa pendakwah asal Riau itu gemar memberikan ceramah yang ekstrim dan menghina keyakinan agama lain, dan UAS juga dianggap mendukung bom bunuh diri dalam konflik Israel-Palestina.
Menangggapi itu, eksponen Islam Liberal dan kader PSI Guntur Romli menyindir kelakuan UAS yang tak sesuai dengan isi ceramahnya.
"Ngustad kok liburannya ke Singapore, kok gak ke Gaza, Suriah, Myanmar, Afghanistan, Yaman, jualannya daerah2 itu mulu kan," kata Guntur Romli.
Sementara itu, intelektual Islam moderat, Akhmad Sahal menjernihkan duduk perkara kenapa UAS bisa ditolak oleh negara tetangga tersebut.
"UAS ditolak masuk Singapore karena melecehkan Kristen. Dua pendeta Kristen pernah jg ditolak Singapore karena keduanya menghina agama lain, yakni melecehkan Islam.
Artikel Terkait
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran
Target Gila Hyundai di IIMS 2026: Serbu 2000+ Unit dengan Strategi Ramadan & Mobil Mudik Terlengkap!