Pemberian vaksin booster dengan biaya ditanggung pemerintah harus diwaspadai. Jangan sampai tidak dilandasi motif kesehatan tetapi bisnis semata.
"Hal ini harus diwaspadai dan harus di audit bersama," klaim Achmad.
Ia pun menyarankan vaksin booster tak perlu diwajibkan. Jika ada yang ingin vaksin ketiga, maka biayanya ditanggung masing-masing.
"Tapi konsekuensinya bahwa masyarakat tidak harus dibatasi ruang geraknya untuk mengakses tempat-tempat umum," pungkasnya.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Dudung Bantah Keras Tuduhan Habib Rizieq Soal Jenderal Baliho & Isu Kabur ke Yaman
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan