Rupiah pagi ini bergerak melemah tujuh poin atau 0,05 persen ke posisi Rp15.001 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.994 per dolar AS.
Menurut Sri Mulyani ada indikator ekonomi terutama dari sisi keuangan yakni nilai tukar, suku bunga atau interest rate, hingga inflasi masih dalam keadaan baik.
Meskipun demikian, dia menyebut Indonesia masih dalam keadaan yang baik. Hal tersebut tercermin dari sisi neraca pembayaran.
"Transaksi berjalannya cukup baik, dalam hal ini capital flow barangkali yang terjadi karena dengan interest rate naik di Amerika Serikat," kata Sri Mulyani di Kompleks DPR/MPR Jakarta, Selasa (5/7).
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras