Ia menambahkan sudah dari siang ada di sekitar taman MRT Dukuh Atas. Ia hanya jalan-jalan dan mengabadikan gambar pemandangan di sekitarnya dengan ponselnya.
"Senang aja kalau ke sini pemandangannya bagus apalagi kalau foto-foto. Kadang ada juga tuh kaya ditanya-tanya sama orang masuk akun TikTok eh dibayar. Settingan gitu. Kan lumayan kalau saya diajak. Paling ramai kalau malam minggu. Sampai-sampai teman saya pernah kehilangan ponselnya," kata dia.
Sementara itu, salah satu warga yang sedang berjalan sekitar stasiun MRT Dukuh Atas bernama Shabrina (20) menilai fenomen remaja Citayem sebagai hal yang wajar. Katanya, mereka umumnya hanya duduk-duduk dan mengobrol sehingga tidak mengganggu siapa-siapa.
"Tidak ganggu soalnya ini kan tempat umum ya. Mereka juga cuma ketemu teman dan ngobrol saja. Mereka cuma berkunjung dari daerah kesini," kata dia.
Menurutnya, sekitar stasiun MRT Dukuh Atas ini memang luas dan strategis. Sehingga banyak remaja yang datang.
"Selama mereka berperilaku baik tidak apa. Kecuali melakukan hal yang tidak bisa ditoleransi seperti berkelahi, menggoda dan sebagainya," ujar dia.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Chat Viral Reyhan Bacok Fara di UIN Suska: Isi Pesan Saksi Mata yang Bikin Merinding!
Impor Beras AS 1.000 Ton: Bukti Swasembada Palsu atau Strategi Diplomasi?
Ustaz Abdul Somad Beri Peringatan Keras: Inilah Pesan untuk Anak Muda Usai Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau
Jokowi Tantang Roy Suryo Cs: Kita Ketemu di Pengadilan! - Ini Pesan Tegasnya