Di Jepang, temannya yang berasal dari Pakistan bernama Maqsood, bercerita tentang Syed Babar Bukhari, teman Maqsood, yang sembuh dengan menyebut Allahu Akbar.
Dokter Jepang itu akhirnya melakukan panggilan telepon dengan Babar Bukhari, yang memintanya untuk mengucapkan Allahu Akbar selama lima menit.
Setelah proses selesai, rasa sakitnya pun serta merta hilang dan ia takjub.
Menamainya Perangkat Khusus
Akhirnya, Dr. Ali menamakan perawatan ini dengan nama “perangkat khusus” dan menamakannya CS60.
Perangkat mendiagnosis oksida dalam tubuh, yang ketika digosok pada otot dan pembuluh darah, itu akan membuka penyumbatan di berbagai bagian tubuh.
Dr. Ali berkata bahwa ia terkejut dengan metode spiritual untuk menyembuhkan rasa sakitnya, itu lah yang membuat dia akhirnya memutuskan hal itu menakjubkan dan ingin mempelajari Islam lebih lanjut.
Islam Agama yang Berkembang Pesat di Jepang
Berbeda dengan Indonesia, agama bukan hal yang "penting" di Jepang.
Namun, agama Islam termasuk salah satu agama yang berkembang dengan pesat di Jepang.
Saat ini, jumlah umat Muslim di Jepang ada sekitar 185.000 jiwa, atau 0,1 persen dari keseluruhan populasi Negeri Sakura.
Sumber: viva.co.id
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!