"Saya anggap ini risiko sebagai prajurit, saya telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai sumpah saya. Saya pertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk republik, untuk rakyat," ujarnya.
Menteri Pertahanan (Menhan) itu kemudian mengatakan bahwa dirinya memberikan pilihan kepada rakyat untuk memilih atau tidak memilihnya karena Indonesia sendiri sudah menganut sistem demokrasi.
"Kalau rakyat percaya semua tudingan-tudingan itu, rakyat nggak usah pilih saya," ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Namun, tak dapat dipungkiri bahwa pertanyaan soal masa lalu itu cukup menganggu Prabowo dan kurang nyaman untuk dibahas.
"Memang ini sesuatu yang tidak enak dan itu mengganggu saya, tapi harus dihadapi. Itu risiko seorang prajurit, risiko saya," imbuhnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!