POLHUKAM.ID - Seminar bertajuk 'Sinergi Mahasiswa Nasional' yang sedianya menghadirkan Rocky Gerung sebagai pembicara di Graha BIK IPTEKDOK Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) mendadak batal, Selasa (1/8). Pihak dekanat FK Unair yang meminta acara tersebut batal. Atas pembatalan sepihak itu, BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unair mengecam keras dan membuat pernyataan sikap.
Ketua BEM FISIP Unair yang juga didapuk menjadi moderator seminar tersebut, Aulia Thaariq Akbar menegaskan kampus harusnya menegakkan ruang kebebasan akademik, bukan malah membungkamnya.
"Kebebasan akademik mudah dicederai dan perlu dilindungi. Saat ini kebebasan akademik bukan hanya dikembangkan melalui bentuk kajian, penelitian, maupun penyebarluasan ilmu," tegas Atha-sapaan akrabnya- sebagaimana juga dituangkan dalam pernyataan sikap BEM FISIP Unair, Rabu (2/8/2023).
Atha melanjutkan, kebebasan akademik di kampus itu punya dasar hukum. Yakni diatur dalam Pasal 9 ayat (1) UU No. 12 Tahun 2012. Pasal tersebut memuat makna kebebasan akademik adalah kebebasan civitas akademika untuk mendalami dan mengembangkan dengan ilmu pengetahuan bertanggung jawab dengan melaksanakan asas Tri Dharma. Hal ini diperkuat dengan Pasal 28E ayat (3) UUD NRI 1945 yang mengamanatkan setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
"Pihak kampus yang seharusnya menjadi tameng bagi civitas akademikanya justru menjadi aktor utama dalam pembubaran acara tersebut. Hal ini tidak sejalan dengan pijakan kebebasan akademik," lanjutnya.
Sepanjang ruang akademik menyuarakan kejujuran dan kebenaran, kata Atha, berdasar pada kekuatan argumentasi rasional, objektif, kritis dan terbuka, maka ruang akademik tidak boleh dipersekusi.
Lebih lengkap, Kementerian Politik dan Kajian Strategi (Kemenpolstrat) BEM FISIP Unair mengeluarkan 3 poin pernyataan sikap buntut pembatalan diskusi bersama Rocky Gerung tersebut. Berikut isinya:
1. Mempertanyakan kepada pihak Universitas Airlangga terkait dengan alasan penolakan acara Talkshow "Aksi Pemuda Indonesia: Ujung Tombak Perubahan Bangsa dan Dunia"
Artikel Terkait
Ancaman Pistol Ussama ke Bayi Ressa: Fakta Kelam yang Ditutupi Denada Selama 24 Tahun
Santunan Rp15 Juta Cair! Ini Rincian Bantuan Lengkap Kemensos untuk Korban Banjir Sumatra
Misteri Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah Terungkap: Ini Kata Puslabfor Polri
Tessa Mariska Bocorkan Identitas Ayah Kandung Ressa: Rapper Eksis Ini Diduga Kuat!