Seperti dilansir Strait Times, Senin (23/4/2022), salah satu yang diindikasikan terlibat radikalisme adalah penahanan remaja berusia 17 tahun berdasarkan Internat Security Act pada Januari 2020.
"Remaja itu telah menonton dakwah dari Somad di Youtube soal aksi bom bunuh diri dan mulai mempercayai bahwa pengebom bunuh merupakan seorang yang sahid," ujar Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura K. Shanmugam, kemarin.
"Dakwah Somad telah membuat konsekuensi nyata bagi dunia," katanya.
Shanmugam lalu mengutip contoh pendukung Somad baru-baru ini yang diunggah secara dari setelah pelarangan masuk di Singapuran. Hal itu, kata ia, menggambarkan ancaman langsung.
Artikel Terkait
Kritik Mahasiswa vs Program Prabowo: Analisis Strategis KDKMP, Danantara, dan MBG
Chat Viral Reyhan Bacok Fara di UIN Suska: Isi Pesan Saksi Mata yang Bikin Merinding!
Impor Beras AS 1.000 Ton: Bukti Swasembada Palsu atau Strategi Diplomasi?
Ustaz Abdul Somad Beri Peringatan Keras: Inilah Pesan untuk Anak Muda Usai Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau