"Kejadiannya malam tadi, habis pengajian di Pesantren Miftahul Huda mengikuti acara reuni, pulang dari situ sekitar jam satu malam, di Jalan Lanud berpapasan dengan motor, satu motor berduaan. Saat berpapasan langsung mukul kaca mobil dan spion.
Diduga geng motor, makanya tadi saya minta kepada Pak Kapolres diwakili Kabag Ops. Pertama proses secara cepat laporan kami, ke dua bubarkan geng-geng motor karena banyak merugikan masyarakat. Alhamdulillah korban jiwa tidak ada, hanya kerusakan material mobil aja," jelasnya.
Wawan menambahkan, para santri berpesan kepada pelaku agar ada itikad baik untuk meminta maaf. Jika tidak, para santri akan melakukan sweeping mencari keberadaan pelaku hingga ditemukan.
"Pesan untuk pelaku, apabila anda berbuat baik datang ke Pondok Pesantren Darul Ulum untuk minta maaf, kami akan maafkan. Tapi, kalau tidak ada itikad baik datang ke pesantren, kalau tidak ada tindakan dari kepolisian, kami santri akan sweeping untuk mencari orang tersebut," pungkasnya.
Hingga Selasa (09/07/2024) dini hari, para santri masih berkumpul di halaman Mapolres Tasikmalaya Kota. Mereka masih berdialog dengan pihak kepolisian, dan meminta agar secepatnya pelaku bisa ditangkap. Sementara itu, laporan resmi perusakan mobil tersebut sudah dilakukan oleh perwakilan santri di ruangan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Bareskrim Gerebek Markas Judol Internasional: 320 WNA Diringkus, Bos Masih Buron!
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia