Hal itu menyusul Putusan MK No 90 Tahun 2023 yang meloskan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi sebagai calon wakil presiden di Pemilihan Presiden 2024.
Beruntunglah, mahasiswa dan demonstran lainnya akhirnya berhasil menggagalkan revisi UU Pilkada dengan menjebol pintu gerbang DPR RI di Senayan, Jakarta. Aksi demo ini juga disemangati oleh peringatan Indonesia Darurat.
Senin (17/2/2025) kemarin, Badan Eksekurif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Monas, Jakarta.
Mereka mengusung tema Indonesia Gelap seperti topik yang sedang viral di media sosial. Salah satu tuntutannya: Adili Jokowi!
Mengapa Jokowi harus diadili? Karena Presiden RI dua periode (2014-2019 dan 2019-2024) itu dianggap sebagai sumber kegelapan itu.
Misalnya, ia mewariskan utang luar negeri Indonesia ribuan triliun rupiah yang jatuh tempo dan harus dibayar tahun ini.
Implikasinya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melakukan efisiensi anggaran hingga Rp306 triliun tahun ini. Akibatnya, banyak terjadi pemotongan anggaran di kementerian dan lembaga.
Akibat lanjutannya, banyak program pembangunan yang dibatalkan. Pemutusan hubungan kerja (PHK) pun terjadi di mana-mana.
Di pihak lain, banyak pejabat negara bergaya hidup mewah. Korupsi merajalela, bahkan dengan kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah.
Korupsi di PT Timah yang melibatkan Harvey Moeis, suami artis Sandra Dewi, yang merugikan keuangan negara hingga Rp300 triliun, misalnya.
Para mahasiswa juga menolak revisi UU Mineral dan Batubara (Minerba) yang akan mengatur kampus mendapat konsesi tambang batubara.
Semua kegelapan itu bersumber pada Jokowi. Apalagi, wong Solo itu dinobatkan sebuah lembaga internasional sebagai salah satu pemimpin terkorup di dunia.
Mahasiswa mendesak sumber kegelapan Indonesia itu diadili! ***
Artikel Terkait
Waspada! Ini Cara Jitu Menghindari Penipuan Bansos yang Lagi Marak – Jangan Sampai Terjebak Link Palsu!
Menkeu Purbaya Tegas: Tak Akan Ada Tax Amnesty Lagi, Ancaman Sikat Aset bagi yang Bandel!
Bareskrim Gerebek Markas Judol Internasional: 320 WNA Diringkus, Bos Masih Buron!
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!