"Hukum ekonomi berlaku, kalau demand tidak ada, maka tidak akan harga naik atau tinggi. Ini juga mungkin itu tergantung dari perilaku konsumsi dari pengonsumsi minyak goreng sawit," ujarnya.
Menurutnya, di dunia minyak goreng nabati bukan hanya berasal dari kelapa sawit sehingga antara jenis minyak goreng itu akan saling menyubtitusi. Dengan begitu, orang-orang akan berpikir rasional ketika salah satu jenis mengalami kenaikan harga tinggi.
"Sebaliknya, kalau dia lebih banyak konsumsi subtitusinya maka satunya tidak laku dan harganya akan murah," ungkapnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Kabur dari Hukum! Kyai Pencabul Puluhan Santriwati di Pati Hilang Kontak, Polisi Siap Buru dan Tangkap
Dudung Bantah Keras Tuduhan Habib Rizieq Soal Jenderal Baliho & Isu Kabur ke Yaman
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!