“Times New Roman memang sudah ada sejak 1931, tetapi tidak digunakan secara luas dalam dokumen akademik di Indonesia pada tahun 1985. Hal ini menimbulkan keraguan terkait keaslian ijazah tersebut,” ujar Rismon.
Tanggapan Akademisi UGM
Di sisi lain, akademisi UGM memberikan keterangan yang memperkuat keabsahan ijazah Jokowi.
Dosen UGM, Agus Affianto atau yang dikenal sebagai Mprop Picoez, menegaskan bahwa Jokowi memang lulusan Fakultas Kehutanan UGM.
“Betul Pak Jokowi lulusan Fakultas Kehutanan UGM dan alhamdulillah saya tahu pembimbing akademik beliau, yaitu Prof. Ahmad Soemitro. Kebetulan ruangannya saya pakai.
Saya tahu beliau adalah guru saya, tepatnya eyang guru. Kemudian untuk pembimbing skripsinya, Pak Jokowi dibimbing oleh Ir. Kasmudjo dari bidang teknologi hasil hutan,” kata Mprop Picoez dalam program Put Cast di YouTube Mojok, dikutip Rabu (19/3/2025).
Perdebatan mengenai keaslian ijazah Jokowi masih terus berlanjut, dengan berbagai klaim dan bantahan yang muncul di ruang publik.
Meski demikian, klarifikasi dari Wikipedia dan akademisi UGM menunjukkan bahwa Jokowi memang lulusan Fakultas Kehutanan UGM.
Hingga saat ini, tidak ada bukti resmi yang membuktikan bahwa ijazah tersebut palsu.
Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam menyaring informasi yang beredar di dunia maya agar tidak terjebak dalam hoaks dan misinformasi.
Sumber: RuangBicara
Artikel Terkait
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya
Rahasia Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kunci: Isu Polri, Gaza, dan Pemberantasan Korupsi Terbongkar!
Ancaman Pistol Ussama ke Bayi Ressa: Fakta Kelam yang Ditutupi Denada Selama 24 Tahun
Santunan Rp15 Juta Cair! Ini Rincian Bantuan Lengkap Kemensos untuk Korban Banjir Sumatra