Utang ini dijaminkan dengan aset strategis seperti Bandara Internasional Entebbe. Jika gagal membayar, Uganda berisiko kehilangan aset penting tersebut.
Upaya perundingan ulang dengan China pun dinilai sulit dilakukan, sehingga tekanan ekonomi terus meningkat.
Keempat, Kenya menghadapi risiko kehilangan aset vital seperti Pelabuhan Mombasa akibat gagal membayar utang sebesar US$ 3,6 miliar. Utang ini digunakan untuk pembangunan proyek kereta api Mombasa-Nairobi.
Ketidakpastian ekonomi akibat utang ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi pemerintah dan masyarakat Kenya.
Selain keempat negara tersebut, beberapa negara lain seperti Maladewa, Pakistan, Venezuela, Zimbabwe, dan Nigeria juga mengalami tekanan ekonomi akibat utang besar kepada China.
Maladewa, misalnya, kesulitan membayar utang antara USD 1,1 hingga USD 1,4 miliar, yang digunakan untuk proyek infrastruktur seperti jembatan dan bandara, sehingga China mengambil alih beberapa aset strategis.
Di Pakistan, utang besar untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Karot dan China-Pakistan Economic Corridor (CPEC) menimbulkan risiko kebangkrutan ekonomi.
Suku bunga tinggi dan beban utang yang besar membuat keberlanjutan pembayaran utang menjadi masalah serius.
Venezuela yang sedang mengalami krisis ekonomi diperparah oleh utang besar kepada China.
Penurunan harga minyak dan manajemen ekonomi yang buruk membuat negara ini sulit membayar utang sehingga memperburuk kondisi ekonomi.
Secara umum, utang besar kepada China ini berpotensi menyebabkan negara-negara tersebut kehilangan kedaulatan ekonomi dan aset strategis.
China menggunakan leverage utang ini dalam proyek-proyek infrastruktur besar di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), yang kini menjadi perhatian global.
Kondisi ini menjadi peringatan bagi negara-negara berkembang agar berhati-hati dalam mengelola utang luar negeri, terutama yang berasal dari China, agar tidak terjebak dalam krisis ekonomi yang sulit.
Sumber: SindoNews
Artikel Terkait
Pertemuan Rahasia di Solo: Pengamat Bongkar Alasan Sebenarnya Wasekjen Demokrat Temui Jokowi
Rieke Diah Pitaloka Bongkar Data BPJS: Benarkah Separuh Rakyat Indonesia Miskin?
Wali Kota Bekasi Nyaris Kena Golok Saat Tertibkan PKL: Ini Kronologi Lengkap dan Responsnya!
PAN Usung Prabowo-Zulhas Dua Periode: Akankah Koalisi Gemuk Prabowo Pecah?