Pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga menilai jika dua partai itu mengusung Airlangga-AHY atau sebaliknya kemungkinan peluangnya berat.
"Sebab, selain karena elektabiltas Airlangga cenderung statis dan rendah juga keduanya sama-sama berasal dari nasionalis," ujar Jamiluddin mengutip GenPI.co, Sabtu (11/6/2022).
Selain itu, kedua calon tidak mengakomodir suara dari kalangan agamis.
"Hal ini akan makin memberatkan pasangan tersebut untuk menang bila diusung pada Pilpres 2024," ucapnya.
Kemudian, pasangan tersebut juga tidak dapat menghilangkan polarisasi yang kental di Tanah Air.
Oleh karena itu, pasangan ini tak memberi prospek untuk menyatukan anak bangsa.
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran