"Pemerintah saat ini sudah semestinya melakukan reshuffle, sebab persepsi negatif terhadap kinerja pemerintah misal mengenai kasus minyak goreng," kata Pengamat Politik Citra Institute, Efriza dilansir dari AKURAT.CO, Sabtu (11/6/2022).
Menurut Efriza, reshuffle kabinet masih dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan seperti kurangnya 10 wakil menteri yang kosong. Reshuffle juga dibutuhkan untuk merespons situasi perkembangan global.
"Reshuffle juga dibutuhkan untuk menggeliatkan kembali perekonomian ketika pandemi (Covid-19) sudah mulai menyusut tajam," ujar dia.
Di samping itu, dia menerangkan, reshuffle dibutuhkan karena Jokowi sudah mulai kesal terhadap kinerja para menteri dalam menghasilkan keputusan, dalam berkomunikasi yang menimbulkan kegaduhan.
Kendati demikian, lanjut Efriza, pergantian kabinet Jokowi-Amin memang dibutuhkan agar kinerja pemerintah berjalan dengan baik, cepat, dan menumbuhkan persepsi positif dari masyarakat terhadap pemerintah.
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran