"Bukan pemerintahan yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dengan tetap memelihara orang-orang yang loyal kepada pemerintah meski berkinerja buruk, membuat kegaduhan, dan menyebabkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah semakin merosot tajam," papar dia.
Adapun kata Efriza, sudah tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak melakukan reshuffle. Sebab jika Jokowi tidak melakukan reshuffle, ini membuktikan bahwa pemerintahan Jokowi khawatir akan tidak solidnya partai-partai pendukung pemerintahan karena menterinya di-reshuffle.
"Tanpa terjadinya reshuffle juga menunjukkan bahwa hak prerogatif presiden telah dikalahkan dengan kepentingan individu, kelompok, ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak lagi mengedepankan rakyatnya sebagai pemberi legitimasi bagi pemerintah, " ujarnya.
"Tanpa adanya reshuffle ini menunjukkan bahwa Presiden Jokowi punya beban dipundaknya, malah membesarkan persepsi selama ini di masyarakat bahwa pemerintahan ini dibangun hanya bagi-bagi kursi karena berhasil memenangkan kembali Jokowi sebagai presiden," pungkas dia. []
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran