"Bukan pemerintahan yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dengan tetap memelihara orang-orang yang loyal kepada pemerintah meski berkinerja buruk, membuat kegaduhan, dan menyebabkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah semakin merosot tajam," papar dia.
Adapun kata Efriza, sudah tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak melakukan reshuffle. Sebab jika Jokowi tidak melakukan reshuffle, ini membuktikan bahwa pemerintahan Jokowi khawatir akan tidak solidnya partai-partai pendukung pemerintahan karena menterinya di-reshuffle.
"Tanpa terjadinya reshuffle juga menunjukkan bahwa hak prerogatif presiden telah dikalahkan dengan kepentingan individu, kelompok, ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak lagi mengedepankan rakyatnya sebagai pemberi legitimasi bagi pemerintah, " ujarnya.
"Tanpa adanya reshuffle ini menunjukkan bahwa Presiden Jokowi punya beban dipundaknya, malah membesarkan persepsi selama ini di masyarakat bahwa pemerintahan ini dibangun hanya bagi-bagi kursi karena berhasil memenangkan kembali Jokowi sebagai presiden," pungkas dia. []
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Iran Sebut Indonesia Banci & Pro-AS: Dampak Nyata ke Pertamina dan Cara Memperbaikinya
BMI Ungkap Dalang Sebenarnya di Balik Tudingan AHY Sebar Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor