"Generasi muda perlu lebih memahami mengapa rakyat Indonesia melakukan reformasi pada 1998 untuk menumbangkan Soeharto dan rezim Orde Baru," jelasnya.
Dia pun menekankan pentingnya pemerintah memasukkan sejarah reformasi 98 masuk kurikulum pendidikan di Indonesia.
Menurut Sigit, pemuda di Indonesia harus memahi arti sejarah agar kejadian di Filipina tidak terjadi.
"Indonesia sebaiknya memasukkan sejarah reformasi sejak dari sekolah," ujarnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran