Dalam pandangan Rocky Gerung, satu-satunya orang yang paling mungkin menjamin Jokowi adalah sang anak, Gibran Rakabuming Raka.
Karena alasan itulah Gibran dianggap sebagai "taruhan final" bagi Jokowi.
Namun ironisnya, Gibran kini juga menjadi sorotan tajam terutama dari kalangan jenderal.
Menurut Rocky, situasi inilah yang kemudian mengubah Gibran dari tameng pertama bagi Jokowi menjadi sebuah beban.
"Gibran disorot sekarang oleh kalangan jenderal. Jadi tameng pertama dari Pak Jokowi juga menjadi beban pada dia," ujarnya.
Keadaan ini menyebabkan Jokowi mengalami krisis psikologis ganda, yang kemudian bermanifestasi menjadi gejala psikosomatik dan stres.
"Itu menyebabkan dalam analisis saya secara faktual aja atau deskriptif, Pak Jokowi mengalami psikosomatik lalu dia stres," jelas Rocky.
Stres Jokowi Tak Bisa Disembuhkan Dokter Biasa?
Saat ditanya oleh Hendri Satrio apakah dokter kepresidenan tidak bisa menyembuhkan stres yang dialami Jokowi, Rocky memberikan jawaban mengejutkan.
Rocky Gerung menjelaskan bahwa stres yang dialami Jokowi berada di level yang tidak bisa ditangani oleh obat penenang.
"Kalau dia stres kan disembuhkan secara psikologi bisa minum obat penenang. Tapi itu mungkin sudah enggak mempan," kata Rocky Gerung.
Menuru Rocky, pengobatan psikologis biasa tidak akan efektif karena masalahnya terletak pada keteduhan moral.
Dia menganalisis bahwa Jokowi mungkin akan merasa aman jika putranya berhasil menjadi presiden di 2029, namun Gibran sendiri kini juga menghadapi berbagai masalah.
Oleh karenanya, hal tersebut membuat Presiden Jokowi mengalami krisis psikologis berlipat ganda.
"Ternyata putranya juga bermasalah. Jadi dua kali dia mengalami krisis psikologi itu," tutup Rocky Gerung.
[VIDEO]
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri