Bagaimana tidak, menurut dia, kabinet yang terlalu banyak diisi oleh politisi bagaimana mereka bekerja sedangkan tahun depan sudah memasuki tahun politik. Padahal seharusnya, kabinet yang bekerja di sisa masa jabatan presiden ini bisa fokus, selesaikan persoalan ekonomi, khususnya perdagangan dan harga komoditas yang cenderung naik di tengah krisis global saat ini.
"Bagaimana mereka menyelesaikan masalah harga kebutuhan yang tinggi, sementara kesenjangan ekonomi semakin terjadi. Begitu pula di bidang pemerintahan dan pertanahan yang harusnya diurus dahulu," katanya mengingatkan.
Ia khawatir bila jelang momentum 2024 para menteri dari parpol ini semakin tidak fokus bekerja. Hal ini disebabkan karena lebih memikirkan atau mendahului kebutuhan elektabilitas partainya jelang pemilu 2024. "Ya walaupun kita berharap hal itu tidak terjadi," imbuhnya.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang