"Idealnya capres dan cawapres adalah kehendak partai. Bukan ditekan oleh kekuasaan," katanya melalui akun Twitter @andiarief_, Senin (6/6/2022).
"Semua partai dalam berkoalisi bebas mengkampanyekan siapapun capres dan wapresnya dan akan finalisasi tahun depan," sambungnya.
Dengan begitu, Andi Arief percaya tidak ada capres dan cawapres yang dipilih berdasarkan kekuasaan.
"Saya yakin tidak akan ada capres/cawapres anak mami yang nyusu pada kekuasaan," jelasnya.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?