Klaim: Ijazah Hanya Bisa Dibuka di Ruang Tertutup atau Pengadilan
Lebih lanjut, Erizal menyatakan bahwa akses terhadap dokumen asli ijazah tersebut sangat terbatas. "Ijazah Jokowi hanya bisa dibuka atau ditampilkan di ruang tertutup atau seperti kata Jokowi sendiri, dibuka di pengadilan," katanya.
Ia pun mengkritisi klausul 'dibuka di pengadilan' tersebut. Menurutnya, ruang pengadilan sendiri bisa bersifat tertutup jika hakim memutuskan demikian. "Kalau terbuka pun, publik tak bisa mengakses secara mudah dan leluasa," tegas Erizal.
Pertanyaan Publik: Mengapa Takut Dipamerkan Jika Asli?
Erizal mengakhiri pernyataannya dengan pertanyaan kritis yang kerap dilontarkan masyarakat. Ia menilai ada kekhawatiran berlebihan dari Jokowi untuk memperlihatkan ijazahnya secara gamblang di hadapan publik. "Begitu khawatirnya Jokowi memperlihatkan ijazahnya di hadapan publik, sampai harus menempuh jalur dan terkesan dipaksakan pula. Kalau asli, kenapa harus takut untuk ditunjukkan," pungkasnya.
Kontroversi ijazah Jokowi UGM ini terus menjadi bahan analisis politik dan hukum, menyisakan pertanyaan tentang transparansi dan implikasi hukum dari sebuah dokumen resmi milik pejabat publik.
Artikel Terkait
Prabowo Janji Hentikan Tradisi Senjata Hukum untuk Lawan Politik: Analisis SMRC Ungkap Fakta Mengejutkan
Mohammad Sobary Berbalik 200 Persen: Saya Punya Nalar Waras - Ini Kritik Tajam yang Bikin Jokowi Dikatai Edan
PDIP Sindir Tahlilan di Rumah Jokowi: Politisasi Agama atau Manuver Politik Terselubung?
Jokowi Ditinggalkan? Analisis Mengejutkan Soal Runtuhnya Dukungan Partai dan Masyarakat Sipil