Mulyadi menegaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung sangat tertutup. Para peserta, termasuk dirinya, dilarang membawa handphone atau melakukan perekaman dan dokumentasi.
Dalam kesempatan itu, Mulyadi menyampaikan pandangan kritisnya langsung di hadapan Presiden. Ia menyoroti bahwa pembangunan di Indonesia masih belum merata karena sentralisasi kekuasaan yang masih terkonsentrasi di Jakarta.
"Menteri meresmikan jembatan, foto-foto untuk propaganda, nggak ada hasilnya. Karena kekuasaan tidak diberikan kepada daerah," tegas Mulyadi mengkritik praktik pembangunan yang menurutnya lebih bersifat seremonial tanpa pemberdayaan daerah yang maksimal.
Analisis ini menyoroti pentingnya evaluasi mendalam terhadap strategi pembangunan infrastruktur nasional, khususnya dalam hal pemerataan dan pemberian kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan dan keoptimalan hasil pembangunan.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet Prabowo Mencuat: Juda Agung Gantikan Thomas Djiwandono, Sugiono Naik Jabatan?
Menteri Muda Zaman Now Cuma Seperti Barbie? Analisis Pedas Sejarawan JJ Rizal
Menteri PU Terbata-bata di DPR: Skema Anggaran Bencana Ternyata Pakai Utang Dulu?
Prodem Peringatkan Prabowo: Pindahkan Polri dari Bawah Presiden, Ini Risiko Malapetaka yang Mengintai!