Upaya Sistematis Melemahkan Institusi Polri?
Aminullah mencurigai adanya pola yang berulang dan pemanfaatan momentum politik. “Ini bukan lagi sekadar perbedaan pendapat akademik. Kami melihat ada upaya sistematis untuk mendegradasi Polri, sekaligus membangun ketidakpercayaan publik terhadap Kapolri,” tegasnya.
Ia memperingatkan bahwa narasi ini berpotensi membenturkan hubungan Kapolri dengan Presiden serta melemahkan legitimasi pemerintahan. “Ini framing berbahaya. Kalau dibiarkan, bisa merusak kepercayaan publik terhadap negara,” tambah Aminullah.
Ancaman Langkah Hukum untuk Pelapor Hoaks
Lebih lanjut, Aminullah mengungkapkan bahwa LBH GPA sedang menyusun konstruksi hukum untuk mengambil langkah tegas. “Kami sedang mematangkan konstruksi hukum untuk melaporkan sejumlah tokoh ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran hoaks, pendiskreditan pribadi Kapolri, serta upaya adu domba,” paparnya.
Langkah ini, ditegaskannya, bukan untuk membungkam kritik, melainkan menjaga marwah institusi negara dan meluruskan informasi publik. “Perbedaan pandangan itu wajar, tapi jangan sampai membangun opini yang merusak sendi-sendi negara. Polri adalah institusi vital. Melemahkan Polri sama saja melemahkan negara,” pungkas Aminullah Siagian.
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran