Kesalahan kedua adalah tindakan Rismon yang menyerang rekan-rekan seperjuangannya yang selama ini membela, menolong, dan melindunginya.
"Rismon tak sadar, saat ini dia sedang dijadikan 'sapi bajak' untuk bekerja melayani Jokowi, sebelum akhirnya menjadi 'sapi korban' untuk disembelih, sebagai tumbal kezaliman Jokowi," tegas Khozinudin dalam pernyataannya.
Khozinudin juga menyebut bahwa peran Rismon saat ini tidak hanya untuk memperbaiki reputasi Jokowi, tetapi juga reputasi putranya, Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai Rismon telah meralat penelitiannya tidak hanya terkait ijazah Jokowi, tetapi juga terkait Gibran, tanpa adanya faktor kebaruan yang kuat dalam penelitian tersebut.
"Alih-alih Gibran End Game, saat ini Rismon yang justru End Game. Rismon sudah seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, taklid buta bekerja melayani Jokowi, termasuk dengan menyerang kawan seperjuangan," pungkas Ahmad Khozinudin menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan
Rp3 Miliar untuk Pakaian Dinas? Gubernur Sumsel Buka Suara soal Anggaran Kontroversial Ini
Konflik Timur Tengah 2 Bulan, Menteri ESDM Buka Suara: Stok BBM Nasional Aman?