- Kepemimpinan yang Rusak
- Manajemen Pemerintahan yang Hancur
- Korupsi yang Merajalela
Dampak Sepuluh Tahun Pemerintahan Jokowi
Menurutnya, sepuluh tahun terakhir merupakan periode "hancur-hancuran". Ia menyoroti kondisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang hancur dan utang negara yang berlipat ganda, yang dampaknya masih dirasakan masyarakat hingga kini. Ryaas juga menilai tidak ada pertanggungjawaban yang jelas atas kondisi tersebut.
Proyek Whoosh dan Isu Markup
Ryaas Rasyid secara spesifik menyinggung proyek kereta cepat Whoosh sebagai contoh. Ia menyebut proyek infrastruktur besar itu mengandung praktik markup yang luar biasa dan menjadi polemik berkepanjangan. Lebih lanjut, ia mengkritik peran Menteri Pertahanan saat itu, Prabowo Subianto, yang dianggap melindungi dan berusaha mengambil alih proyek yang bermasalah tersebut.
Klaim dari akademisi senior ini memicu diskusi publik mengenai evaluasi kinerja pemerintahan selama dua periode kepemimpinan Joko Widodo, terutama menyangkut tata kelola pemerintahan, transparansi proyek, dan akuntabilitas keuangan negara.
Artikel Terkait
Merger Gerindra-NasDem Terbongkar: Prabowo & Surya Paloh Rencanakan Akuisisi untuk Kuasai DPR?
KNPI Bongkar Motif Ubedilah Sebut Pemerintahan Beban Bangsa: Opini atau Provokasi?
Perebutan Tahta NasDem: Bisnis Surya Paloh Kolaps, Siapa yang Akan Merebut Kendali?
Prabowo Diminta Tak Reaktif ke JK: Strategi atau Penolakan Halus?