Ia pun mengawalinya dengan membaca sebuah berita yang menyebut penunjukan tiga nama tersebut oleh NasDem, hanya untuk cek ombak.
"Saya melihat sebenarnya, politik NasDem itu politik toleh kanan toleh kiri, bukan politik lurus. Khas politik pragmatis sesungguhnya," kata Refly Harun dalam kanal YouTubenya, dikutip Rabu (22/07).
Refly pun menjelaskan maksud dari kata-katanya. Ia menyebut, dengan mengusung dua calon dengan elektabilitas tertinggi yang mewakili kutub yang berbeda, menunjukan NasDem sedang menerapkan politik pragmatis.
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?