Seperti diketahui, video berdurasi 16 detik itu menampilkan juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo tengah berbincang.
Refly mengatakan orang terkadang tak sadar jika aktivitas dan momen tertentu seharusnya tidak boleh direkam.
“Karena semua orang memegang kamera yang ada di handphone, akhirnya tiap orang bisa mengabadikan kegiatan-kegiatan, walaupun itu sifatnya tertutup,” ujarnya dilansir dari kanal YouTube Refly Harun, Rabu (22/6).
Menurut Refly, kegiatan yang melibatkan kepala negara sifatnya tertutup.
Advokat itu pun menilai bahwa video tersebut juga menimbulkan interpretasi yang macam-macam.
“Orang yang suka akan menyebutkan sisi positif dari keadaban Presiden Jokowi. Namun, dalam peran simbol, terlihat betul bahwa Jokowi kalah dengan Megawati,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri