Menurut Ujang, jika ketiga partai tersebut menjadi poros baru, bisa menjadi kekuatan politik tersendiri untuk bisa mengusung capres dan cawapres.
"Kalau kita lihat pidatonya Surya Paloh di Rakernas bahwa NasDem tidak mau mengekor kepada partai lain,” kata Ujang kepada GenPI.co, Senin (26/6).
Dosen Universitas Al-Azhar itu menilai sebaiknya NasDem, PKS, dan Demokrat menciptakan poros baru.
“Nasdem sudah mengusung tiga nama sebagai capres bukan cawapres,” ujarnya.
Jika peta politiknya seperti itu, kata Ujang, maka lebih baik Nasdem, PKS, dan Demokrat berkoalisi agar bisa mengusung Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Justru ini akan menjadi kuda hitam yang menarik,” katanya.
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?