“Mesti terbuka dan jaga komunikasi dengan semua pihak. Intinya, menghargai perbedaan,” ujar Herzaky dilansir dari GenPI.co, Rabu (29/6).
Menurutnya, semua pihak harus mendengar berbagai pendapat walaupun berbeda kubu.
“Bukan sebagai musuh, melainkan sebagai lawan berdialektika dan mitra dalam membangun negeri,” ucapnya.
Selain itu, Herzaky juga mengatakan elite politik juga harus terbiasa dan siap berkompetisi.
“Jangan berupaya menghalang-halangi calon lain muncul dalam kontestasi demi kepentingan elektoral dan kemenangan semata,” tuturnya.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?