Dirinya berharap tidak hanya ada dua kubu yang berlaga dalam Pilpres 2024, seperti 2019 hanya diikuti dua calon presiden.
“Yang membuat keterbelahan di masyarakat makin mendalam justru lantaran hanya ada dua kubu yang bertarung,” kata dia.
Oleh sebab itu, menurutnya, setiap pihak harus membuka ruang untuk koalisi dan pasangan calon minimal tiga di Pilpres 2024 untuk cegah keterbelahan.
“Berhenti menyebar politik kebencian, framing, dan labelling yang merusak. Jangan berupaya menghancurkan lawan dalam kontestasi demi kemenangan,” ujar Herzaky.
Menurut Herzaky, adu gagasan dan adu program lebih baik dari pada menyerang pribadi dan mengorek kekurangan pribadi lawan politik. (*)
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?