"Jadi kecurigaan publik akhirnya lengkap, Jokowi sendiri mengakui bahwa dia tidak akan netral, artinya dia akan memihak, artinya dia akan pakai semua peralatannya peralatan kekuasaannya untuk memenangkan seseorang yang dia pihak, itu saja," bebernya.
Tentu saja maksud mantan Wali Kota Solo itu mengatakan ikut cawe-cawe buruk, karena seharusnya presiden tidak ikut bermain dalam Pilpres selanjutnya.
"Maksud buruknya langsung beliau ucapkan, dan hanya itu tafsirnya, kan enggak mungkin kita anggap 'Oh dengan maksud baik menjaga bangsa' bangsa ini dijaga oleh rakyat bukan dijaga oleh Presiden, jadi bangsa dijaga oleh konstitusi, bangsa dijaga oleh etika politik," ujarnya.
"Kalau Presiden sebagai pemain politik ikut campur di dalam upaya untuk memastikan bahwa calon presiden berikut adalah bagian dari dinasti dia atau oligar dia, itu artinya dia tidak paham tentang political etis," tandas Rocky.
Sumber: newsworthy
Artikel Terkait
Utang RI Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Purbaya: Jangan Lihat Nominalnya, Lihat Ini!
PPATK dan OJK Gagal Total? Begini Modus Judi Online Hayam Wuruk yang Lolos dari Radar Sistem Keuangan
Zulhas Gagal? Harga Minyakita Tembus Rp23.000, Ini Bukti Karut-marut Tata Niaga Pangan!
Harga Minyakita Melambung di Atas HET, Pengamat: Ini Bukti Kegagalan Zulhas Sebagai Menko Pangan