Rocky menyebut Mahfud cemas publik tidak mengatahui apa yang sedang terjadi. Ketika mengatakan Pemilu akan lancar jika polisi, TNI, dan ABRI netral, sebenarnya Mahfud secara sadar mengetahui ada upaya untuk mengganggu Pemilu.
“Itu artinya Mahfud sebetulnya di bawah sadarnya tau bahwa di bawah sadar artinya secara tidak sadar dia ucapkan itu karena sebetulnya dia tau secara sadar apa yang sedang berlangsung diupayakan Istana
Kecemasan Mahfud tersebut juga berkaitan dengan pernyataan cawe-cawe yang beberapa kali disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Apalagi, kekuasaan Jokowi sebagai presiden lebih tinggi dari pangkat jenderal polisi, TNI, dan ABRI sehingga istilah cawe-cawe tersebut semakin jelas arahnya.
“Itu yang tune in yang sejajar dengan aktivitas presiden sekarang yang cawe-cawe. Jadi presiden cawe-cawe artinya presiden menginginkan intervensi dia ke dalam politik tentu melalui kekuasaan yang dia miliki,” ujar Rocky.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan