Namun kata Denny Indrayana, setelah menimbang berbagai aspek, ia tetap tidak ingin mempermalukan Presiden Jokowi.
Sebab menurutnya, Presiden Jokowi bagaimanapun adalah simbol negara bangsa Indonesia.
Sehingga ia memutuskan tidak menuliskan surat terbuka demikian.
“Tetapi, setelah menimbang berbagai aspek, dan tetap tidak ingin mempermalukan Presiden Jokowi, yang bagaimanapun adalah simbol negara bangsa kita, Indonesia, saya putuskan tidak -- paling tidak belum -- menuliskan surat terbuka demikian,” bebernya.
Adapun kata Denny Indrayana opsi untuk membawa isu penegakan hukum, ham dan antikorupsi di Indonesia agar menjadi atensi dunia internasional, tetap ada dalam pemikiranya.
Kata Denny, ia tinggal cari cara dan waktunya yang perlu dipikirkan secara tepat dan bijak.
Sumber: wartakota
Artikel Terkait
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?